Rabu, 20 Mei 2009 di 03.50 |  

Kemarin sebelum pulang kantor, lagi iseng aja browsing di internet. Entah kenapa jari-jari ini menuliskan kata elang (gaya mode on), mungkin karena dia adalah seekor burung yang kuat yang mampu melalui segala rintangan.


Coba-coba search tentang siklus Elang, kok gak ketemu bagaimana pertumbuhan dan perjuangan sang burung besar ini dalam pertumbuhannya. Tapi setelah sekian lama mencari, ada suatu artikel yang isinya hamper sama di beberapa blog. Yaitu tentang kehidupan Elang ketika mencapai usia dewasa. Demikian ceritanya :






Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!


Kalau kita perhatikan akan kehidupan sang pemangsa ini, ternyata kehidupannya tidak selalu hebat. Terbang dengan gagahnya mengarungi samudra raya, dan berani menghadapi badai yang besar. Tapi dia juga punya suatu masa dimana harus berjuang mengalahkan segala situasi yang menyakitkan. Dan harus mengambil keputusan yang tepat, yang bahkan harus menanggung suatu rasa sakit yang teramat sangat.

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan.


Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.












Kalau kita mau, kita pasti bisa.....

Diposting oleh PapJosh Label: ,

0 komentar:

Visit the Site